KEUTAMAAN ST. ALOYSIUS GONZAGA
KEUTAMAAN ST. ALOYSIUS GONZAGA
a.
Tekun berdoa
Tekun berarti sebuah sikap yang sungguhsungguh,
serius dan dilakukan terus menerus. Orang yang tekun punya sifat pantang menyerah
meski mereka mengalami gangguan, kesulitan dan hambatan dalam melakukan
sesuatu. Mereka yang tekun tidak setengah-setengah dalam mengerjakan sesuatu,
tidak sambil lalu dan selalu memberi yang terbaik dari dirinya.
Ada banyak orang yang sukses berawal dari kegigihan
dan ketekunan luar biasa dalam merintis usahanya. Mereka jatuh bangun, tidak
tertutup kemungkinan disepelekan atau ditertawakan, direndahkan, mengalami
kerugian di sana sini, tetapi ketekunan mereka pada akhirnya menghasilkan buah
setelah melalui rentang waktu yang bisa jadi panjang dan lama. Karakter tekun inilah juga yang seharusnya
kita miliki dalam kehidupan doa kita. Itulah sebabnya Paulus dalam Roma 12:12
mengatakan: “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan
bertekunlah dalam doa!" Di sini Paulus mengingatkan bahwa berdoa dengan
tekun merupakan salah satu poin penting selain selalu bersukacita tanpa
kehilangan harapan dan tetap bersabar meski di tengah kesesakan.
Tekun berdoa bukan hanya berbicara tentang bagaimana
kita meminta sesuatu kepada Tuhan, namun juga berbicara tentang bagaimana kita membangun
keintiman hubungan dengan Tuhan. Sejauh mana kita mampu bergantung dan mau
mengandalkan Tuhan akan terukur atau terlihat dari kesetiaan dan ketekunan kita
dalam berdoa.
2.
Cermat dan Disiplin
Cermat
adalah sikap hati-hati, teliti, sungguh-sungguh, ikhlas, rajin dan ulet dalam
melakukan pekerjaan.
Disiplin adalah tindakan yang menunjukan perilaku
tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Disiplin merupakan
kunci sukses dalam segala bidang usaha termasuk dalam proses belajar para
peserta didik. Setiap peserta didik perlu meningkatkan kedisiplinan dirinya
sehingga menjadi teladan bagi peserta didik lainya.
Kebiasaan berdisiplin akan menimbulkan suasana yang
tertib yang secara otomatis juga akan menimbulkan berbagai tindakan yang
positif.
3. Kerja Keras dan Pantang Menyerah
Kerja keras adalah perilaku yang menunjukkan upaya
sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas serta
menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Peserta didik dengan kerja keras
akan menjadikan peserta didik sukses. Diimbangi dengan karakter lainya seperti
disiplin, tanggung jawab dan religus dia akan dapat mengerjakan tugas dengan
baik.
Pantang menyerah adalah sikap kuat yang tidak mudah
menyerah dengan tantangan dan rintangan yang ada. Orang-orang yang memiliki
sikap pantang menyerah tidak akan berpasrah begitu saja dengan keadaan,
melainkan mereka akan memberikan kerja keras dengan usaha maksimal yang mereka
miliki dan performa terbaik dalam setiap kesempatan yang ada. Dengan kata lain,
pantang menyerah adalah sebuah sikap yang tidak mudah putus asa dalam melakukan
segala hal, dan sikap pantang menyerah ini selalu dibarengi dengan perasaan
yang optimis dan mudah untuk bangkit dari keterpurukan
4. Sederhana
Menurut KBBI, sederhana berarti 1. bersahaja;1 tidak
berlebih-lebihan dalam hidupnya 2 sedang (dalam arti pertengahan, tidak tinggi,
tidak rendah, dan sebagainya).
Kesederhanaan menunjukkan suatu kebajikan yang
luhur. Seseorang dikatakan sederhana, jika mau menerima apa adanya dengan
kerelaan yang tulus. Ada dua macam kesederhanaan: kesederhanaan lahiriah dan
batiniah. Kesederhanaan lahiriah berarti memakai segala sesuatu dengan tidak
memandang bulu dan jika pun memakai sesuatu, itu disebabkan karena sesuatu itu
sangat dibutuhkan. Kesederhanaan batiniah menyangkut relasi kita dengan Tuhan
dan sesama. Saya akan berusaha dengan bantuan rahmat Allah, untuk merenungkan
kesederhanaan batiniah.
5.
Gigih
Arti gigih di KBBI adalah: tetap teguh pada
pendirian atau pikiran; keras hati; Kita harus gigih dalam belajar dan
melaksanakan tugas supaya dapat mencapai
apa yang kita inginkan,karena apapun hal yang kita tekuni atau kita lakukan
dengan gigih maka itu akan menghasilkan kebaikan.
6.
Suka Menolong
Dijelaskan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia,
pengertian menolong yaitu membantu untuk
meringankan beban (kesukaran, penderitaan, dan lain
sebagainya), membantu dalam melakukan
sesuatu, yakni bisa berupa
bantuan tenaga, dana, ataupun
waktu.
Membantu orang lain memberikan kita perspektif
tentang situasi kita sendiri, dan mengajari kita untuk menghargai apa yang kita
miliki. Orang-orang yang menjadi sukarelawan ternyata memiliki self-esteem atau
harga diri dan kesejahteraan yang lebih tinggi. Para ahli menjelaskan bahwa
ketika perasaan keterhubungan sosial meningkat, begitu pula self-esteem kita.
Manfaat menjadi sukarelawan juga bergantung pada konsistensi kita. Jadi,
semakin sering kita menjadi sukarelawan, semakin besar self-esteem kita.
Menjadi kekuatan untuk kebaikan dalam kehidupan
seorang teman dapat membantu membangun ikatan yang langgeng. Ketika membantu
orang lain, kita mengeluarkan energi positif, yang dapat menular pada
teman-teman dan meningkatkan persahabatan kita. Kedua belah pihak akan
berkontribusi untuk memelihara dinamika yang saling menguntungkan.
Ketika membantu orang lain, kita akan mengenali
kemampuan juga batasan kita. Kita akan tahu bahwa tidak selalu mudah memberi
kepada orang lain karena membutuhkan pengorbanan pribadi. Itulah sebabnya kita
menetapkan batasan kita sendiri. Namun, selalu ingat bahwa kepuasan yang
didapatkan dari “memberi” tak tak terkira nilainya. Tolong-menolong tak hanya
memberi dampak pada yang menerima pertolongan tapi juga pada orang yang memberi
pertolongan.
Comments
Post a Comment