MAKNA CORE VALUE "HIK DJITU"

SMP PANGUDI LUHUR BAYAT


Integrasi Keutamaan dalam Naskah Akademik  kami beri nama “HIK DJITU “   yang digunakan dan dihidupi untuk mengembangkan mutu pendidikan di SMP Pangudi Luhur Bayat. HIK adalah akronim dari kata Humanis, Integritas, dan Karakter.   DJITU adalag akronim dari Disiplin, jujur, beriman, tekun dan unggul. Berdasarkan filosofi  HIK ditemukan keutamaan bersahabat (komunikatif),  kerja keras, toleransi. Berikut adalah penjelasan masing masing keutamaan :

1.      Humanis

Menurut KBBI, humanis adalah orang yang mendambakan dan memperjuangkan terwujudnya pergaulan hidup yang lebih baik, berdasarkan asas perikemanusiaan; pengabdi kepentingan sesama umat manusia.

Seorang humanis juga merupakan seseorang yang percaya bahwa cara terbaik untuk memahami realitas di sekitar kita adalah melalui pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman dan akal. Bagi beberapa humanis, ini hanyalah kebenaran yang harus kita akui untuk mendapatkan pemahaman yang berarti tentang bagaimana dunia di sekitar kita bekerja.

Humanis diturunkan dari kata Humanisme. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata humanisme secara bahasa mempunyai dua definisi, yang pertama kata humanisme mempunyai arti sebuah faham beranggapan bahwa manusia itu merupakan objek studi terpenting, sedangakan yang ke dua diartikan sebagai aliran yang bermaksud menghidupkan sifat prikemanusiaan, serta mencita-citakan pergaulan hidup yang lebih baik. 

Humanisme dalam dunia pendidikan adalah proses pendidikan yang lebih memperhatikan dari aspek potensi manusia sebagai makhluk berketuhanan dan makhluk berkemanusiaan serta individu yang diberi kesempatan oleh Allah untuk mengembangkan potensi-potensinya. Di sinilah urgensi pendidikan sebagai proyeksi kemanusiaan (humanisasi). 

Dalam kerangka berfikir humanis, manusia itu di identifikasi sebagai ciptaan tuhan yang mempunyai bakat-bakat sejak dari lahir yang mana bakat-bakat tersebut harus dibina semaksimal mungkin. Bakat atau fitrah yang dimiliki oleh manusia ini, hanya bisa dibina dan ditempuh dengan upaya pelatihan dan pengajaran yang dilakukan secara sistematis dan mengutamakan rasa kemanusiaan. Berdasarkan beberapa pengertian tersebut dapat kita simpulkan bahwa humanisme merupakan aliran yang mempunyai tujuan untuk menghidupkan rasa perikemanusiaan serta bercita-cita menghadirkan pergaulan hidup yang lebih baik. Maka dari itu dapat kita fahami bahwa nilai humanisme adalah suatu penghargaan tentang suatu aliran yang memiliki tujuan untuk menghidupkan rasa perikemanusiaan demi kehidupan yang lebih baik. Nilai –nilai humanisme sendiri ada 3  yaitu :

a.       Humanum

Humanum disini adalah gambaran manusia dalam hakikatnya atau kedudukannya di dunia, yaitu sebagai manusia merdeka dan sebagai pemimpin. Manusia diberi kelengkapan hidup jasmaniah dan rohaniah yang memungkinkan dirinya untuk melaksanakan tugas perutusannya.

b.      Humanitas

Humanitas disini mempunyai arti hubungan baik dan harmonis antar satu dengan yang lainnya. Seperti yang kita ketahui setiap manusia itu memerlukan orang lain, hampir setiap kegiatan seseorang melibatkan peran orang lain. Dengan hidup bersama orang lain timbulah sifat saling pengertian, kehalusan budi pekerti, kebersamaan dan senasib seperjuangan.

c.       Humaniora

Humaniora merupakan sarana pendidikan untuk mencapai humanitas berupa ilmu pengetahuan budaya warisan bangsa, termasuk di dalamnya budaya bangsa sendiri.

 

2.      Integritas

Integritas merupakan salah satu atribut terpenting/kunci yang harus dimiliki manusia. Integritas adalah suatu konsep berkaitan dengan konsistensi dalam tindakan-tindakan, nilai-nilai, metode-metode, ukuran-ukuran, prinsip-prinsip, ekspektasi-ekspektasi dan berbagai hal yang dihasilkan. Orang berintegritas berarti memiliki pribadi yang jujur dan memiliki karakter kuat.

Integritas itu sendiri berasal dari kata Latin “integer”, yang berarti: Sikap yang teguh mempertahankan prinsip, tidak mau korupsi, dan menjadi dasar yang melekat pada diri sendiri sebagai nilai-nilai moral. Mutu, sifat, atau keadaan yang menunjukkan kesatuan yang utuh sehingga memiliki potensi dan kemampuan yang memancarkan kewibawaan; kejujuran.

Integritas adalah    sebuah tindakan.   Karakter yang dibutuhkan saat ini dan selamanya mulai dari integritas, kredibilitas dan segudang karakter mulia yang lainnya, pastilah akan bermuara pada pribadi agung manusia yang di utus untuk menyempurnakan karakter manusia.

Seseorang yang memiliki integritas pribadi akan tampil penuh percaya diri, anggun, tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang sifatnya hanya untuk kesenangan sesaat. Siswa yang memiliki integritas lebih berhasil ketika menjadi seorang pemimpin, baik pemimpin formal maupun pemimpin nonformal.

 

3.      Karakter

Karakter dapat digambarkan sebagai sifat manusia pada umumnya dimana manusia mempunyai sifat yang tergantung dari faktor kehidupannya sendiri, seperti pemarah, penyabar, penyayang, dan lain sebagainya.

Perilaku berkarakter peserta didik merupakan perilaku yang dihasilkan dari proses belajar terhadap lingkungannya. Interaksi antara peserta didik dengan peserta didik lain, guru, tendik,  tidak terbatas pada interaksi antar orang tetapi juga terjadi dari hasil interaksi antara peserta didik dengan segala bentuk hal dan karya yang dihasilkan dan dikesankan oleh perilaku orang di sekitarnya yang berkarakter. Karakter yang dihidupi di SMP Pangudi Luhur Bayat antara lain : bersahabat/komunikatif, kerja keras, toleransi, disiplin, jujur, beriman, tekun, dan unggul,

 

 

4.      Bersahabat/Komunikatif  

Komunikatif merupakan kemampuan untuk menerapkan gramatikal suatu bahasa dalam membentuk kalimat-kalimat yang benar dan untuk mengetahui kapan, di mana, dan kepada siapa kalimat-kalimat itu dianjurkan. Dengan berbekal kemampuan komunikatif seseorang dapat menyampaikan dan menginterpretasikan suatu pesan atau menegosiasikan makna secera interpersonal dalam konteks yang spesifik. [5]   Dalam kehidupan sehari-hari, istilah komunikatif bukanlah hal baru. Komunikatif dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul dan bekerjasama dengan orang lain. Karakter komunikatif  dikembangkan dengan menciptakan suasana pergaulan yang nyaman, situasi yang mendukung, dan lingkungan yang menarik di sekolah.

Dalam kehidupan sekolah, sikap yang komunikatif sangat diperlukan untuk memperlancar komunikasi dengan orang lain, memahami suatu hal dan lain sebagainya. Sikap komunikatif yang diterapkan sedini mungkin dapat melatih seseorang untuk berani berbicara di depan umum, berani berpendapat, dan berani mengambil keputusan.

Bersahabat/komunikatif adalah tindakan yang memperlihatkan rasa senang berbicara, bergaul dan bekerja sama dengan orang lain. Untuk dapat bekerjasama diperlukan saling percaya satu sama lainnya. Saling percaya merupakan syarat untuk terjadinya proses interaksi yang saling komunikatif, bersahabat dan saling mempengaruhi. [6] Jika seluruh warga sekolah  tidak saling komunikatif dan mempengaruhi, secara teknis proses pembelajaran tidak akan berlangsung.  Saling percaya merupakan sikap semua warga sekolah bahwa setiap pribadi  memiliki potensi tertentu dalam keadaan apapun. Esensi dari nilai saling percaya ini adalah keyakinan bahwa Tuhan pasti memberikan yang terbaik kepada setiap hamba-Nya. Karena keyakinan inilah maka  pendidik harus menggali dan mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki peserta didik, baik yang sudah teridentifikasi maupun yang belum teridentifikasi.

Nilai saling percaya akan melahirkan dorongan bagi seluruh pendidik  untuk memberikan layanan bimbingan   yang lebih partisipatif, karena menganggap seluruh warga sekolah  lainnya adalah orang-orang yang potensial (memiliki daya kemampuan). Dengan munculnya rasa saling percaya maka akan melahirkan proses pengembangan kwalitas pelayanan  yang efektif dan efisien.

5.      Kerja Keras 

Kerja keras adalah perilaku yang menunjukkan upaya sungguh-sungguh dalam mengatasi berbagai hambatan belajar dan tugas serta menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya. Seluruh warga sekolah dengan kerja keras akan menjadikan diri mereka  sukses. Diimbangi dengan karakter lainya seperti disiplin, tanggung jawab dan religus dia akan dapat belajar dan melaksanakan tugas dengan baik, menyelesaikan permasalahan yang dihadapi  secepatnya sehingga tidak berkepanjangan.

 

6.      Disiplin

Disiplin adalah tindakan yang menunjukan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Disiplin merupakan kunci sukses dalam segala bidang usaha termasuk dalam kehidupan sekolah.  Setiap warga sekolah perlu meningkatkan kedisiplinan dirinya sehingga menjadi teladan bagi orang lain. 

Kebiasaan berdisiplin akan menimbulkan suasana yang tertib yang secara otomatis juga akan menimbulkan berbagai tindakan yang positif karena kemampuan mengendalikan diri secara sadar bagi kepentingan bersama dalam mencapai tujuan sekolah.

 

7.      Jujur

Jujur adalah perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai seorang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan pekerjaan. Kepala sekolah yang dapat dipercaya maka dia juga akan percaya pada orang lain sehingga menimbulkan saling percaya antara kepala sekolah dengan guru, kepala sekolah dan tenaga kependidikan lainya serta warga sekolah.

Seseorang dapat dipercaya jika  jujur ucapannya, benar tindakannya, tuntas dan berkualitas pekerjaannya. Pribadi yang dapat dipercaya akan berperilaku : (1) Berkata sesuai dengan keadaan yang sebenarnya, (2) Sejalan pikiran, ucapan dan perbuatannya, (3) Menepati janji yang diucapkannya, (4) Menjaga rahasia sebaik-baiknya, (5) Tidak berprasangka buruk terhadap siapapun, (6) Bertindak benar menurut kaidah agama, hukum, norma masyarakat dan peraturan.

Peserta didik yang dapat dipercaya, maka ia akan selalu berkata yang sebenarnya kepada semua orang dalam kehidupannya.  Perilaku dan tidakan sebagai peserta didik   akan menjadi teladan/contoh bagi orang peserta didik lain maupun  orang lain di sekitarnya. [9]

 

8.      Beriman/Religius

Religius adalah sikap dan perilaku yang patuh dalam menjalankan ajaran agama yang dianutnya dengan pengetahuan, pemahaman, penghayatan, penyadaran dan pengamalan beragama yang benar. Seluruh warga sekolah dan peserta didik memiliki pengetahuan, pemahaman, penghayatan, penyadaran dan pengamalan beragama yang benar terhadap agama yang dianutnya sehingga akan menjadi contoh bagi guru, tendik, dan peserta didik. 

Warga sekolah yang  religius  akan menjadi warga sekolah yang benar-benar punya keinginan untuk mengabdi kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbuat kebaikan untuk sekolah dan lingkungannya.

 

9.      Toleransi

Toleransi adalah sikap dan tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap dan tindakan orang lain yang berbeda dengan dirinya. Seluruh warga sekolah juga harus memiliki sikap toleransi yang tinggi. Seorang warga sekolah dikatakan menghormati orang lain jika ucapannya sopan, perilakunya santun serta tindakannya bermanfaat untuk orang lain. Warga sekolah  yang menghormati orang lain maka dia akan berperilaku untuk menerima keberadaan orang lain tanpa bersyarat. Ia juga tidak akan menyalahkan orang lain atas kegagalan dan kelasalahannya sehingga tidak merugikan orang lain. Setiap warga sekolah harus berusaha untuk berlapang dada dan tidak mudah tersinggung oleh ucapan dan tindakan orang lain serta selalu menjaga perasaan orang lain, tidak memaksakan kehendak serta memberi selamat kepada orang yang berhasil dan memberi dukungan kepada yang kurang beruntung.

 

Warga sekolah  yang berkarakter dan profesional, maka ia akan menyapa lebih dahulu bila bertemu dengan guru, kepala sekolah atau tenaga kependidikan lainnya. Warga sekolah  yang profesional dan berkarakter akan menahan diri, instropeksi diri serta tidak akan menyalahkan guru yang bersangkutan. Selain perilaku tersebut, warga sekolah  yang berkarakter dan profesional akan selalu menerima kritik dan saran dari orang lain.

 

10.  Tekun

Tekun berarti sebuah sikap yang sungguh-sungguh, serius dan dilakukan terus menerus. Orang yang tekun punya sifat pantang menyerah meski mereka mengalami gangguan, kesulitan dan hambatan dalam melakukan sesuatu. Mereka yang tekun tidak setengah-setengah dalam mengerjakan sesuatu, tidak sambil lalu dan selalu memberi yang terbaik dari dirinya. Ada banyak peserta didik  yang berhasil berawal dari kegigihan dan ketekunan luar biasa dalam meraih cita-citanya.   Mereka jatuh bangun, tidak tertutup kemungkinan disepelekan atau ditertawakan, direndahkan, mengalami kerugian di sana sini, tetapi ketekunan mereka pada akhirnya menghasilkan buah setelah melalui rentang waktu yang bisa jadi panjang dan lama.

 

11.  Unggul

Menurut KBBI, unggul berarti lebih tinggi (pandai, baik, cakap, kuat, awet, dsb) daripada yang lain-lain; utama (terbaik, terutama).

Budaya unggul artinya cara hidup yang berorientasi pada mutu, memberikan penghargaan tinggi terhadap mutu. Seorang individu yang memiliki budaya unggul akan berupaya melakukan yang terbaik untuk menghasilkan sesuatu dengan mutu setinggi-tingginya. Orang yang unggul adalah individu yang selalu berupaya melakukan tugas dan tanggung jawab dengan optimal dan tidak asal-asalan.

Kepribadian unggul adalah berperilaku yang mencerminkan dirinya, berpegang teguh pada pendirian , dan tidak mudah goyah pendiriannya.

 

 


Comments

Popular posts from this blog